Agen Berita Palu– PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menghadirkan inisiatif pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA)—abu sisa pembakaran batubara dari PLTU Palu 3—untuk diolah menjadi produk bernilai tambah seperti paving block dan batako.
Program ini digagas bersama BUMDes Bina Mulia Desa Lero Tatari, Kabupaten Donggala, sebagai mitra pelaksana di lapangan. Harapannya, masyarakat sekitar PLTU dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan pembangkit listrik tenaga uap yang selama ini menjadi penopang pasokan listrik andal di Sulawesi Tengah.
Dari Limbah Menjadi Berkah
Selama ini, FABA kerap dianggap sekadar limbah industri. Namun dengan teknologi yang tepat, material tersebut justru bisa diolah menjadi bahan bangunan ramah lingkungan. Paving block dan batako berbasis FABA terbukti memiliki kekuatan setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik, dibanding produk sejenis berbahan konvensional.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan nilai tambah dari sisa pembakaran batubara.
“Dengan beroperasinya PLTU Palu 3, masyarakat Donggala tidak hanya mendapat suplai listrik andal, tetapi juga dampak positif yang lebih luas. Pemanfaatan FABA membuka peluang usaha baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Wisnu.
Pelatihan dan Dukungan Sarana Produksi
Saat ini, program masih berada pada tahap pelatihan intensif. Warga desa dibekali pengetahuan dasar mengenai pemanfaatan FABA, mulai dari teori material, teknik produksi, hingga manajemen usaha.

Baca Juga: Wakapolda Sulteng Buka Rakernis Bidpropam Tekankan Integritas dan Profesionalisme Polri
PLN turut memberikan dukungan berupa:
-
Mesin pembuat batako (brick making machine)
-
Penambahan daya listrik untuk sarana produksi
-
Pelatihan dan sertifikasi keamanan produk
-
Renovasi sarana produksi agar lebih representatif
Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa
Ketua BUMDes Bina Mulia, Aski, menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, PLN tidak sekadar menyalurkan bantuan fisik, melainkan juga membangun kapasitas masyarakat.
“PLN bukan hanya membantu dengan sarana, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat. Pelatihan yang sudah diberikan membuka wawasan dan keterampilan baru bagi warga. Kami percaya ini adalah langkah awal agar UMKM desa bisa lebih mandiri ke depannya,” ujarnya.
BUMDes Bina Mulia nantinya diharapkan mampu mengelola usaha berbasis FABA secara mandiri. Produk paving block dan batako yang dihasilkan bisa dipasarkan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur desa, maupun dijual ke luar wilayah sebagai produk unggulan lokal.




