Agen Berita Palu– Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dengan menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan edukasi dan simulasi mitigasi bencana yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan terbaru digelar di SD Negeri Lasoani, Kota Palu, melibatkan sebanyak 336 siswa dan para guru, bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa edukasi semacam ini merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di kalangan masyarakat, terutama anak-anak.
“Edukasi tidak cukup hanya dilakukan sekali atau dua kali. Perlu langkah yang masif dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia,” ujar Imelda dalam sambutannya.
Kota Rawan Bencana, Edukasi Harus Jadi Rutinitas
Imelda mengingatkan bahwa Kota Palu merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga — khususnya generasi muda — menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian.
“Edukasi seperti ini sebaiknya dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dan dimulai sedini mungkin. Anak-anak harus tahu bagaimana cara bertindak saat bencana terjadi. Biasanya korban terbanyak saat bencana adalah anak-anak, karena mereka belum terbiasa,” tegasnya.

Baca Juga: Polresta Palu Selidiki Kematian Misterius Afif Siraja Ditemukan Tewas di Rumahnya
Menurut Imelda, pembelajaran mitigasi bencana harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang sekolah menengah. Dengan demikian, setiap anak tumbuh dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.
Simulasi Lapangan Bangun Kepekaan dan Kesiapan
Dalam kegiatan simulasi di SD Negeri Lasoani, para siswa diberikan pemahaman tentang tanda-tanda bencana, langkah evakuasi, serta cara melindungi diri ketika menghadapi gempa bumi atau kebakaran.
Para petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Palu memberikan contoh langsung, memperagakan cara berlindung di bawah meja saat gempa, keluar dari ruangan dengan tertib, serta penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mengikuti setiap tahap simulasi dengan penuh semangat. Para guru pun turut aktif mendampingi, memastikan anak-anak memahami pesan penting di balik kegiatan tersebut.




