, ,

Pemkot Palu Luncurkan Dapur Sehat untuk Tekan Angka Stunting

oleh -484 Dilihat

Agen Berita Palu– Angka stunting masih menjadi persoalan kesehatan yang serius di Kota Palu. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di kota ini mencapai 25,6 persen, jauh di atas target nasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kini menargetkan angka tersebut bisa turun hingga 11 persen dalam waktu dekat. Untuk mencapainya, berbagai langkah percepatan dilakukan, salah satunya melalui program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting.

Dapur Sehat Hadir di Lolu Utara dan Besusu Barat, Sasar 18 Balita Stunting

Program yang diberi nama Dapur Sehat ini resmi diluncurkan di dua kelurahan, yaitu Lolu Utara dan Besusu Barat. Di Lolu Utara tercatat ada tujuh balita stunting, sementara di Besusu Barat ada sebelas anak yang masuk kategori stunting. Program ini akan berlangsung selama 90 hari penuh dengan target adanya perubahan nyata pada kondisi kesehatan anak-anak.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar intervensi jangka pendek, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kita launching di seluruh kelurahan untuk penanganan dan pencegahan stunting. Kita berharap dengan program selama 90 hari ke depan, itu terjadi perubahan pada anak-anak yang di bawah dua tahun, yang kategorinya stunting,” ujarnya usai kegiatan.

Pemkot Palu prioritaskan pemberian makanan tambahan kepada "baduta" - ANTARA News Sulteng

Baca Juga: Pemkot Palu Kukuhkan 3.213 PPPK Gubernur Anwar Hafid Beri Semangat Aparatur

Lebih jauh, Imelda menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya instansi pemerintah, tetapi juga lembaga non-pemerintah dan masyarakat luas.
“Harapannya akan banyak bapak angkat, ibu angkat, dan pihak lain yang bersama-sama mendukung pencegahan stunting,” tambahnya.

Masyarakat Antusias, Program Makanan Tambahan Balita Stunting Resmi Bergulir

Dalam pelaksanaannya, Dapur Sehat menyediakan makanan bergizi setiap hari dengan menu bervariasi, mulai dari telur, tempe, ikan, hingga sayur-sayuran segar. Menu yang disajikan diharapkan bisa menambah nafsu makan anak sekaligus memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Selain itu, penyediaan makanan dilakukan dengan cara yang menarik agar anak-anak lebih semangat untuk mengonsumsinya.

Program ini disambut antusias oleh masyarakat. Nirma, seorang warga Kelurahan Lolu Utara yang cucunya masuk dalam kategori stunting, mengaku bersyukur dengan adanya program tersebut.
“Alhamdulillah, saya senang sekali. Setiap hari cucu saya bisa mendapatkan makanan bergizi. Mudah-mudahan ada perubahan dan berat badannya bisa naik,” ungkapnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.