, ,

Lapas Palu Panen 70 Kg Sayuran Hidroponik

oleh -375 Dilihat

Lapas Palu Kembali Panen Sayuran Hidroponik, Bukti Nyata Revitalisasi Pemasyarakatan yang Berdaya

Agen Berita Palu– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali menunjukkan bahwa tembok tinggi bukanlah penghalang untuk berkreasi, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomi. Baru-baru ini, Lapas Palu sukses melaksanakan panen perdana dari program pertaniannya dengan hasil yang mengesankan: 70 kilogram sayuran segar, yang terdiri dari 40 kilogram pakcoy hidroponik dan 30 kilogram terong.

Kegiatan panen yang berlangsung di lahan pertanian sekitar Lapas dan di area Sistem Aeroponik dan Ekonomi (SAE) Lapas Palu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah simbol pencapaian besar dari Program Pembinaan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pembinaan yang tepat, setiap individu memiliki potensi untuk berubah dan menghasilkan sesuatu yang positif.

Dukungan Penuh dari Seluruh Jajaran

Momen bahagia ini turut dihadiri oleh Muhammad Fahri selaku Kasubsi Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), beserta sejumlah staf. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dan komitmen jajaran Lapas terhadap program pemberdayaan WBP. Yang membanggakan, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah juga hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa panen ini merefleksikan komitmen jangka panjang Ditjenpas dalam membekali WBP dengan keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. “Ini bukan sekadar tentang bercocok tanam. Keterampilan hidroponik dan pertanian ini dapat menjadi modal untuk mandiri dan mencari nafkah secara halal,” ujarnya penuh semangat.

Komitmen Lapas dalam Ketahanan Pangan dan Revitalisasi

Sulap Sayuran Hidroponik Jadi 'Emas Hijau' - Naratoria

Baca Juga: Muskot KORMI Palu 2025 Dibuka Pilih Formasi Kepengurusan Baru

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Palu juga menekankan bahwa program ini memiliki dampak yang lebih luas, yakni mendukung program ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan semangat Revitalisasi Pemasyarakatan.

Manfaat Ganda: Konsumsi Internal dan Pengembangan Program

Muhammad Fahri selaku Kasubsi Giatja menjelaskan bahwa hasil panen ini akan dimanfaatkan secara bijak. Sebagian lagi akan dijual kepada masyarakat atau pihak lain.

Keberhasilan panen di Lapas Palu ini adalah cerita tentang harapan. Setiap helai daun pakcoy yang hijau dan setiap buah terong yang ungu adalah metafora dari pertumbuhan baru dan masa depan yang lebih cerah bagi WBP. Program ini membuktikan bahwa nilai kemanusiaan dan upaya pemulihan harus selalu menjadi prioritas dalam sistem pemasyarakatan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.