Agen Berita Palu– Suasana pagi di kawasan Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, mendadak mencekam setelah kobaran api melahap sebuah kapal tak beroperasi dan satu unit truk kontainer, Senin (6/10) sekitar pukul 05.30 Wita. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari area kompleks peti kemas milik PT Toloan, Kelurahan Pantoloan, yang menjadi lokasi kejadian.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Palu, Agung Tri Prasetiawan, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas manusia di sekitar lokasi. “Kalau dari dugaan, kemungkinan ada pemulung atau orang sekitar yang merokok atau membakar sampah. Karena kalau mau dibilang korsleting listrik tidak mungkin, kapal itu sudah lama tidak beroperasi,” ungkap Agung.
Menurutnya, kapal tersebut memang sudah lama tidak digunakan dan berada dalam kondisi kosong di area parkir peti kemas. Aktivitas warga di sekitar lokasi, termasuk pemulung yang kerap mencari barang bekas, diduga menjadi pemicu munculnya percikan api yang kemudian menjalar ke kapal dan truk kontainer di dekatnya.
Kobaran Api Membesar, Petugas Kewalahan
Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan perusahaan sekitar pukul 05.30 Wita. Mereka sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan air laut yang diambil dengan ember seadanya. Namun, karena angin laut yang kencang dan material kapal yang mudah terbakar, api justru semakin membesar.
“Awalnya laporan diterima dari pos pemadam terdekat bahwa yang terbakar hanya satu unit mobil penarik kontainer. Tapi setelah tim tiba di lokasi, ternyata api juga sudah membakar bagian kapal yang tidak beroperasi itu,” ujar Agung.
Kebakaran tersebut sempat membuat petugas pemadam kewalahan karena api menjalar cepat ke bagian badan kapal yang terbuat dari kayu dan material minyak bekas yang masih tersisa di dalamnya. Disdamkar Kota Palu kemudian menambah kekuatan armada dari pos utama di Kantor Wali Kota Palu.

Baca Juga: Pemkot Palu Luncurkan Posyandu Bergerak Layanan Kesehatan Kini Hadir
“Awalnya dua unit kami kirim, kemudian ditambah empat unit lagi sehingga total enam unit dikerahkan dengan jumlah personel sebanyak 38 orang,” kata Agung.
Pemadaman Berlangsung Hampir Empat Jam
Usaha pemadaman berlangsung cukup lama karena sumber air harus diambil dari laut yang berjarak puluhan meter dari titik api. Petugas harus bergantian memegang selang untuk mendinginkan badan kapal yang masih mengeluarkan asap tebal.
Sekitar pukul 09.00 Wita, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Setelah pendinginan, tim pencegahan Disdamkar bersama aparat kepolisian langsung melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Setelah api padam, kami langsung lakukan penyelidikan bersama tim pencegahan. Dari hasil awal, memang kuat dugaan akibat kelalaian manusia, bukan karena faktor teknis seperti korsleting,” jelas Agung.





