Agen Berita Palu– Suasana senja di bantaran Sungai Palu kini menghadirkan pemandangan berbeda. Jika dulu tepian sungai hanya menjadi jalur lalu lintas air atau ruang terbuka biasa, kini kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi wisata kuliner yang ramai dikunjungi warga maupun wisatawan. Deretan tenda kuliner, lampu hias yang berkilauan, serta aroma masakan khas Sulawesi Tengah yang menggugah selera, menjadikan bantaran sungai ini magnet baru bagi pencinta kuliner dan wisata kota.
Transformasi Ruang Publik Menjadi Magnet Wisata
Pemerintah Kota Palu bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggagas pengembangan bantaran Sungai Palu sebagai bagian dari program penataan kota sekaligus penguatan sektor pariwisata. Kawasan yang sebelumnya kurang tertata kini disulap menjadi ruang publik yang lebih estetis, aman, dan nyaman.
Dengan konsep wisata kuliner, bantaran sungai bukan hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilibatkan untuk mengisi kios-kios dan stand makanan yang tersedia.
Pemberdayaan UMKM Lokal
Salah satu tujuan utama pengembangan kawasan ini adalah membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Para pelaku UMKM mendapat ruang strategis untuk memasarkan produk kuliner khas daerah, mulai dari kaledo (kaki lembu donggala), ikan bakar Palu, hingga jajanan tradisional seperti onde-onde Palu dan burasa.
“Dengan adanya kawasan ini, omzet kami meningkat dua kali lipat. Selain warga lokal, banyak juga wisatawan yang datang khusus untuk mencicipi kuliner khas Palu,” ujar Nurhayati, salah seorang pedagang kuliner.
Kehadiran wisata kuliner ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas Palu sebagai kota yang kaya akan keanekaragaman kuliner.

Baca Juga: PLN Olah Limbah FABA PLTU Palu 3 Jadi Paving Block dan Batako Bernilai Ekonomi
Daya Tarik Wisata Malam
Suasana malam di bantaran Sungai Palu menjadi salah satu daya tarik utama. Lampu-lampu hias yang memantul di permukaan air menciptakan panorama romantis yang cocok dinikmati bersama keluarga, sahabat, atau pasangan. Ditambah dengan alunan musik akustik dari panggung kecil yang disediakan pemerintah, pengunjung dapat menikmati hidangan sembari merasakan atmosfer kota yang damai.
Menurut data sementara Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, sejak dibuka, kawasan wisata kuliner bantaran sungai berhasil menarik ribuan pengunjung setiap minggunya. Dampaknya terlihat jelas pada perputaran ekonomi lokal yang semakin menggeliat.
Selain itu, interaksi sosial masyarakat meningkat. Kawasan ini menjadi ruang temu lintas generasi, di mana orang tua, anak muda, dan wisatawan berkumpul menikmati suasana yang sama.
“Wisata kuliner bantaran sungai ini bukan hanya tentang makanan, tapi juga tentang mempertemukan orang-orang dalam suasana yang hangat. Ini jadi simbol kebangkitan Palu pasca bencana,” kata Gubernur Sulawesi Tengah dalam pernyataannya.





