10 Vila di Kawasan Penginapan di Pecatu Bali Ludes Terbakar, Diduga Akibat Kembang Api
Agen Berita Palu — 10 Vila di Kawasan Sebuah kebakaran hebat yang terjadi pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 menghanguskan 10 vila di kawasan penginapan Pecatu, Bali. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materi yang sangat besar dan menyebabkan panik di kalangan wisatawan serta penghuni vila yang sedang menikmati liburan mereka.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WITA, tak lama setelah perayaan Malam Tahun Baru yang meriah. Banyak pengunjung yang sedang berada di kawasan Pantai Dreamland dan sekitarnya, menikmati pertunjukan kembang api.
Kebakaran yang Menghanguskan 10 Vila
Api cepat menyebar ke beberapa vila lainnya karena banyaknya bahan bangunan yang mudah terbakar, seperti kayu dan furnitur yang terbuat dari bahan yang sangat mudah menyala.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 23.30 WITA, bahwa api sudah mulai membakar beberapa vila di kawasan penginapan ini. Kami segera mengirimkan tim pemadam kebakaran, namun karena akses jalan yang terbatas dan cepatnya penyebaran api, kami tidak dapat segera mengendalikan api. Sebanyak 10 vila hangus terbakar,” ungkap AKP Adi Putra dalam konferensi pers pada pagi hari setelah kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini Beberapa pengunjung juga mengalami luka gores akibat berusaha keluar dari area yang terjebak api.
Baca Juga: Apindo Keberatan UMP Terlalu Tinggi Disnaker Jateng Sudah Difasilitasi di Dewan Pengupahan
Diduga Terpicu Kembang Api Tahun Baru
Menurut saksi, ada beberapa kembang api yang meledak lebih rendah dari biasanya, bahkan sampai menyentuh atap-atap vila yang terbuat dari bahan kayu dan rumput.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran setempat juga menyebutkan bahwa kebakaran tersebut dengan cepat meluas karena sebagian besar vila di kawasan ini memiliki struktur bangunan yang menggunakan material alami, seperti kayu dan bahan yang mudah terbakar lainnya.
Pemerintah Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengirimkan tim untuk melakukan evaluasi dan membantu korban kebakaran. Mereka juga mengimbau kepada penyelenggara perayaan tahun baru untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan kembang api, serta memastikan area perayaan jauh dari area hunian atau penginapan.
Kerugian Materi dan Dampak Ekonomi
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materi yang sangat besar. Banyak vila yang ludes terbakar, termasuk perabotan mewah, peralatan listrik, serta barang-barang berharga milik pengunjung.
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa meskipun kerugian materi sangat besar, mereka sangat bersyukur tidak ada korban jiwa. Kebanyakan pengunjung vila berhasil melarikan diri tepat waktu berkat bantuan dari para petugas pemadam kebakaran dan beberapa warga setempat yang turut membantu.
Yosefina Kurniawan, seorang pengunjung asal Jakarta yang menginap di vila yang berdekatan dengan lokasi kebakaran, menceritakan kejadian tersebut dengan penuh kekhawatiran. Kami langsung lari keluar, berusaha menghindari asap dan api yang semakin dekat,” ujarnya.
Imbauan Keamanan dari Pihak Berwenang
Pihak pemerintah setempat bersama dengan penyelenggara perayaan mengeluarkan imbauan keras terkait penggunaan kembang api di masa mendatang. Meskipun penggunaan kembang api menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan tahun baru di Bali, terutama di kawasan wisata seperti Pecatu, pihak berwenang meminta agar ada pengawasan yang lebih ketat serta protokol keselamatan yang lebih jelas untuk mencegah insiden serupa.
Kami akan memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang. Kami juga akan mendukung upaya perbaikan serta memberi perhatian lebih pada keselamatan wisatawan yang berkunjung ke Bali,” ujar Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sebuah pernyataan resmi.
Rehabilitasi dan Bantuan untuk Korban
Saat ini, tim pemadam kebakaran terus melakukan penyisiran untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada titik api yang masih menyala. Selain itu, pemerintah daerah dan pihak terkait sedang mengoordinasikan bantuan untuk para korban kebakaran, baik dari segi perbaikan vila yang rusak maupun dukungan logistik bagi pengunjung yang terdampak.
Beberapa lembaga sosial dan bantuan kemanusiaan juga telah turun tangan untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi dan korban yang kehilangan tempat tinggal sementara. Pihak berwenang menegaskan bahwa akan ada penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini dan bahwa mereka akan memastikan keselamatan pengunjung di masa depan.
Kesimpulan: Tragedi yang Menjadi Pembelajaran
Peristiwa kebakaran yang terjadi di Pecatu, Bali, pada malam pergantian tahun 2025-2026 ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam merayakan momen-momen spesial, terutama yang melibatkan kembang api.





